Senin, 13 Mei 2013

Faktor-faktor yang Mempengauhi Perkembangan Prenatal


Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan janin, karena setiap yang dikomsumsi seorang ibu hamil, akan masuk ke dalam rahim. Sehingga, setiap yang dikonsumsi ibu, akan berpengaruh pada janin. Pengaruh baik, maupun buruk. Berikut ini merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan prenatal.
·         Nutrisi
Ibu hamil harus menerima asupan gizi yang seimbang untuk dirinya dan janinnya. Kekurangan gizi pada masa perkembangan prenatal ini, akan memberikan efek negatif tidak hanya pada janin. Ibu hamil yang kekurangan gizi akan mengalami kesulitan dalam proses melahirkannya. Sedangkan pada janin yang kekurangan gizi berdampak buruk, karena akan berdampak pada perkembangan otaknya. Kurangnya nutrisi juga dapat menyebabkan anak lahir premature.
Ibu hamil yang mengkonsumsi banyak sayuran, buah-buahan, dan protein dalam masa kehamilannya akan mengurangi risiko melahirkan anak yang menderita kanker, seperti leukemia, dsb.

·         Obat-obatan
Ibu hamil yang mengonsumsi obat-obatan medis dalam masa kehamilannya akan berdampak cacat organ pada anaknya. Salah satunya adalah obat penenang thalidomide.
Selain obat-obatan medis, alkohol, kafein, nikotin, dan sebagainya juga berdampak cacat organ pada anak. Ibu hamil yang mengkonsumsi hal tersebut, juga dapat berdampak berat anak yang rendah pada saat lahir, bahkan juga berdampak keguguran janin.

·         Penyakit
Penyakit dari ayah atau pun ibu dari janin akan mempengaruhi perkembangan janin. Misalnya Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Ibu yang mengalami AIDS akan melahirkan seorang anak yang dilahirkannya akan mengidap penyakit yang sama, karena virus HIV dapat masuk ke dalam pembuluh darah janin melalui plasenta dan setelah lahir virus ini dapat berpindah melalui air susu ibu. Anak yang lahir dari ibu yang mengidap AIDS memiliki ukuran kepala yang cenderung kecil dan perkembangan neurologisnya lambat.
·         Stres
Ibu yang stres pada masa kehamilannya juga akan mempengaruhi perkembangan janinnya, karena ketika stres, tubuh akan merespon dengan memproduksi hormon adrenalin yang disebabkan oleh meningkatnya proses pernapasan dan sekresi, sehingga akan menghambat aliran darah ke rahim dan membuat janin kekurangan oksigen. Kalau ibu hamil mengalami stress dalam waktu yang lama, hal ini akan menyebabkan keguguran spontan pada janinnya karena kekurangan banyak oksigen. Selain itu, ibu hamil yang stres akan kesulitan dalam proses kehamilannya, melahirkan premature, bahkan cacat pada bayinya.

·         Usia ibu
Usia ibu juga sangat berpengaruh dalam perkembangan prenatal. Usia ibu hamil yang semakin tua akan lebih berisiko melahirkan anak yang mengalami Down Syndrome dibandingkan dengan ibu hamil yang masih dalam usia subur (berkisar antara 20-35 tahun). Namun, ibu hamil dalam usia remaja akan melahirkan anak dengan kelahiran premature.

·         Lingkungan
Lingkungan juga menjadi faktor yang mempengaruhi perkembangan prenatal. Ibu hamil yang bermukim di pemukiman yang dekat dengan pembuangan sampah beracun (limbah) akan berisiko melahirkan anak dengan cacat fisik.
Ibu hamil yang terkena radiasi, misalnya sinar X-Ray akan berisiko melahirkan anak yang telah mengalami mutasi gen, dsb.

·         Kondisi Ayah
Ayah perokok akan menjadikan istrinya yang sedang hamil menjadi perokok pasif. Ibu hamil yang menghirup asap rokok akan berpengaruh pada perkembangan janinnya. Ibu hamil yang menjadi perokok pasif akan melahirkan anak yang memiliki berat badan yang rendah, infeksi pernafasan, bahkan kanker saat dewasa.
Ayah perokok, ayah yang mengonsumsi alkohol berlebihan, ayah yang terkena radiasi, ataupun ayah yang bekerja sebagai petani sehingga sering terhirup pestisida, dsbnya, menghasilkan sperma yang abnormal (berkualitas rendah). Anak yang lahir dari hasil pembuahan sperma abnormal ayah akan berisiko mengalami cacat fisik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar